Home >> Review Produk >> Produk Bahan Bangunan >> Gypsum Gyproc Luncurkan Produk Premium Gyproc Habito, Glasroc H, dan Xroc
papan gipsum jayaboard soundstop kedap suara

Gypsum Gyproc Luncurkan Produk Premium Gyproc Habito, Glasroc H, dan Xroc

Hari ini, Gypsum Gyproc meluncurkan tiga produk baru yakni Habito, Glasroc H, dan Xroc. Habito sendiri diklaim sebagai papan gipsum terkuat. Kemudian Glasroc H dibuat dengan performa tahan air.

Terakhir, Xroc adalah papan gipsum yang mampu menahan radiasi sinar-X.

“Gipsum yang biasanya digunakan untuk plafon, kali ini dapat digunakan sebagai dinding secara optimal dengan menawarkan banyak keuntungan dan kenyamanan bagi penggunanya,” jelas Hantarman.

Habito sebagai dinding yang kuat telah lolos uji beban karena mampu menahan beban hingga 30 kilogram per titik. Hal ini memungkinkan pengguna untuk memasang barang-barang seperti rak TV, meja pajangan, lukisan, dan lain-lain.

Sementara Glasroc H dibuat tahan air sehingga cocok digunakan pada ruangan yang lebap tanpa memerlukan lapisan anti air lagi. Kemudian gipsum jenis ini juga didesain untuk menjadi tile backing yang kuat bagi keramik.

Adapun Xroc mampu memenuhi kebutuhan fasilitas kesehatan karena tahan radiasi sinar X. Papan gipsum ini terutama sangat cocok diterapkan di rumah sakit-rumah sakit.

Berdiri sejak tahun 1917, produsen gipsum British Plasterboard yang kemudian diakuisisi oleh Saint-Gobain, telah menguasai pasar Inggris dengan mengusung merek Gyproc.

Pada 2007, Gyproc mulai melihat potensi dan mencoba menarik pasar Indonesia. Dengan mulai banyaknya permintaan, Saint-Gobain kian serius menyerap pasar dan mendirikan pabrik pada 2014.

Baca Juga:  HPL Eco, HPL dengan Harga Ekonomis Peraih Top Brand Award

“Konsumsi gipsum di Indonesia itu baru 0,4 persen per kapita. Sebagai perbandingan, di Singapura 1,3 persen, Eropa 4 persen, bahkan di Amerika Serikat 7 persen,” ujar Managing Director PT Saint-Gobain Construction Products Indonesia Hantarman Budiono di Jakarta, Selasa (2/8/2017).

Sebelum memiliki pabrik di Indonesia, Hantarman mengaku, mengimpor gipsum dari Thailand.

Saat itu, kapasitas pabrik di Thailand juga terbatas dan ia harus bersaing dengan permintaan gipsum dari negara-negara Asia Tenggara lainnya.

Beruntung, saat ini pabrik Gyproc di Cikande sudah mampu memproduksi 35 juta meter kubik gipsum.

Dengan tersedianya produksi di dalam negeri, Hantarman tidak khawatir memenuhi kebutuhan gipsum yang meningkat.

Ia juga optimistis pasar akan merespon baik inovasi gipsum yang ditawarkan Gyproc. Pasalnya, ia tidak perlu berkompetisi dengan produsen gipsum lainnya.

“Kami kan membangun pasar sendiri. Kami mengedukasi pasar, kenapa harus pakai dinding gipsum bukan hanya untuk keindahan estetika saja,” jelas Hantarman.

Keyakinan dia menguasai pasar Indonesia ini diperkuat dengan nama besar Saint-Gobain dengan produk Gyproc yang telah digunakan di 67 negara.

Merek-merek hotel internasional misalnya, saat masuk Indonesia secara otomatis mencari Gyproc sebagai bahan bangunan utama hotel. Sejumlah hotel jaringan internasional ini bahkan sudah berdiri di Indonesia.

Baca Juga:  Holcim Powermax dan Holcim Wallmax Solusi Efisiensi Bangunan

“Mereka (hotel internasional) sudah biasa membangun pakai teknologi tinggi, tidak mau lagi konvensional. Hotel yang sudah dibangun dengan Gyproc seperti Aston Batam, Langham Residence Jakarta, Grand Kamala Lagoon Bekasi, dan Ibis Tanah Abang,” sebut Hantarman.

Ia melanjutkan, kepercayaan hotel jaringan internasional menggunakan Gyproc adalah karena kecepatan dalam pembangunannya.

Menurut dia, pembangunan menggunakan Gyproc dapat menghemat waktu pengerjaan sekitar 25-30 persen dibandingkan dengan bahan bangunan konvensional.

Dengan waktu pengerjaan lebih singkat, biaya pembangunan juga dapat dipangkas sampai 20 persen.

Pertumbuhan penjualan 20 persen

Hantarman juga mengatakan, pasar di Indonesia cukup menarik karena penggunaan gipsum masih belum terlalu diminati. Namun, bukan berarti tidak ada potensi.

Sebaliknya, penjualan gipsum per tahun justru mengalami pertumbuhan, meski Hantarman tidak menyebutkan nilainya.

“Penjualan dari 2015 ke 2016 naik lebih dari 20 persen. Kami targetkan tahun ini juga kenaikannya 20 persen,” tutur Hantarman.

Dengan adanya kenaikan penjualan, tentu perlu diikuti dengan peningkatan kapasitas pabrik. Menurut dia, dalam 2 tahun ke depan, Saint-Gobain juga akan menambah satu pabrik baru.

Baca Juga:  MU-600 DryShield, Pelapis Kedap Air yang Tahan Lama

Meski demikian, kapasitasnya mungkin tidak langsung sebesar 35 juta meter kubik per tahun.

“Kita lihat kebutuhannya dulu saja. Jadi menyesuaikan kebutuhan,” kata Hantarman.

Gyproc Habito

12.5mm Gyproc Habito plasterboard features an engineered core which provides enhanced levels of strength, durability and fixability.

Gyproc Habito plasterboard provides more strength than standard plasterboard, with a 5mm (no. 10) woodscrew capable of supporting 15kg without the need for specialist fixings or pattressing.

Its additional durability means walls are more resistant to damage and stay looking smarter for longer.

Occupants are able to fix heavy and difficult items such as shelves, curtain poles and TVs, into place without any need for drills or specialist fixings; the strength of the board allows them to simply screw straight into the wall surface, making it ideal for residential properties.

Gyproc Habito reduces the need for pre-planned, pre-installed pattresing, which means that interiors can be redesigned time and time again, making it an ideal solution for retailers.

Kata Kunci:

harga gyproc Habito Glasroc H dan XRoc,harga papan gypsum habito,harga habito,harga/papan/habito

Komentar

comments

About Master Tukang

Master Tukang, Segala informasi dan tutorial tentang pertukangan dan dunia konstruksi. Teknik perkayuan, teknik bangunan, Teknik pengelasan, Teknik Kelistrikan, teknik konstruksi, teknik finishing dan pengecatan.

Review produk bangunan, review Alat pertukangan, informasi teknologi bahan bangunan, inovasi teknologi konstruksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *