Home >> Pengetahuan kayu >> Teknik Pembelahan Kayu Bulat Agar Maksimal
TEKNIK PEMBELAHAN KAYU LOG
Teknik membelah kayu bulat

Teknik Pembelahan Kayu Bulat Agar Maksimal

Teknik Pembelahan Kayu Bulat Agar Maksimal. memproses kayu log membutuhkan pengalaman dan perhitungan yang sangat cermat, sebab jika sedikit terjadi kesalahan maka berakibat kepada turunnya rendemen atau hasil kayu olahan. Secara umum Teknik Pembelahan Kayu Bulat diraikan di bawah ini pedoman umum pembelahan kayu bulat.

  1.  Periksa kayu bulat yang akan digergaji, kelurusannya, cacat-cacat yang ada dan juga bentuk penampangnya.
  2. Buat pola pembelahannya.
  3. Posisikan kayu bulat pada kereta penghantar dan cermati garis pembelahan atau garis potong pertama agar tidak terlalu banyak atau terlalu sedikit sebetan yang dibuat. Penggunaan sinar laser akan sangat membantu pekerjaan ini.
  4. Jepit kayu bulat dengan kuat agar tidak terjadi pergeseran selama proses menggergaji.
  5. Sebelum mesin gergaji dijalankan, periksa gergaji dengan cermat terhadap retak- retak dan kerusakan gigi. Apabila terdapat retak danlatau kerusakan path gigi, ganti gergaji dengan gergaji yang barn dirawat yang bebas dan retak dan!atau kerusakan gigi. Apabila terdapat retak, meskipun kecil sekalipun, dan gergaji dipaksakan untuk membelah kayu, retak tersebut akan bertambah besar dan mungkin dapat menyebabkan putus gergajinya.
  6. Buat sebetan setipis mungkin (lihat butir 3 di atas). Umpankan kayu bulat pada kecepatan yang tepat (tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat, sesuai dengan kekerasan kayunya).
  7. Apabila terlihat cacat pada kayu bulat, sesudah dibuat sebetan, berikutnya buat papan tipis satu atau dua papan atau sampai kemudian tidak terlihat cacat lagi. Baru kemudian dapat dibuat belahan yang tebal-tebal sesuai dengan pola pembelahannya.
  8. Usahakan untuk tidak memotong garis empulur atau garis pusat batang. Kayu gergajian yang mengandung empulur pada permukaannya atau dekat dengan permukaan, setelah kering, akan pecah memanjang menurut garis empulur. Jadi kumpulkan atau usahakan empulur atau garis pusat batang terletak dalam satu papan yang tipis, sehingga kerugian rendemen menjadi kecil.
  9. Apabila pusat batang eksentris, posisikan kayu bulat sedemikian sehingga garis pusat batang akan terletak pada bidang vertikal yaitu bidang yang sejajar dengan garis pembelahan.
  10. Ikuti kualita sekeliling batang.
  11. Cacat yang mengelompok di tepi batang, kumpulkan cacat tersebut dalam satu potongan kayu gergajian; demikian pula cacat yang mengelompok di tengah batang, kumpulkan cacat tersebut dalam satu potongan kayu gergajian.
  12. Apabila cacat terlihat pada permukaan luar salah satu sisi batang dan batang agak meruncing, kayu bulat digergaji sejajar hati sambil membuang cacat.
  13. Kayu bulat yang sangat meruncing, korbankan bagian tengahnya yang berkualitas rendah. Kayu semacam ini biasanya berasal dari ujung batang atau batang yang masih muda.
  14. Kayu bulat yang melengkung, jangan dibuat kayu gergajian tebal, tetapi dibuat kayu gergajian tipis atau papan tipis dengan arah panjang sesuai dengan melengkungnya batang. Setelah digergaji, papan dapat dipotong panjangnya menjadi dua atau tiga potong untuk pembuatan komponen yang pendek sehingga mempertinggi rendemen. Kayu gergajian dengan arah serat miring, memiliki kekuatan yang rendah.
  15. Hati-hati menggergaji kayu bulat yang tumbuh atau berasal dari pekarangan rakyat atau dan tanaman pingir jalan. Kayu-kayu ini sering mengandung paku untuk menarik tali jemuran atau tali spanduk atau untuk memasang tanda gambar selama kampanye pemilu dan sebagainya. Paku ini sering tidak terlihat dari luar, tertutup oleh jaringan kayu yang tumbuh kemudian. Apabila kayu seperti ini digergaji dan kebetulan terdapat paku di dalam kayu, dapat merusakkan beberapa gigi gergaji sekaligus. Gunakan pengamat logam (metal detector) dan keuarkan atau cabut pakunya sebelum digergaji.
  16. Apabila menggergaji jati rakyat dengan pola pembelahan searah, setelah beberapa waktu, kayu gergajian akan melengkung arah memanjang, dengan ujung-ujung menjauhi pusat batang. Hal ini terjadi karena adanya tegangan pertumbuhan. Untuk mengurangi pelengkungan ini, kayu bulat dibelah pada sisi yang berlawanan secara bergantian, sama tebalnya.
  17. Periksa hasil gergajiannya untuk mengamati keseragaman tebal dan pangkal ke ujung. Apabila terdapat penyimpangan yang banyak, kemungkinan terjadi karenabergesemya kayu bulat selama digergaji atau lintasan kereta yang bergeser.
Baca Juga:  Kadar Air Kayu dan Penyusutan Kayu, Pentingnya Kayu Kering untuk Mebel

Kata Kunci:

gambar properti rumah dari potongan kayu bundar

Komentar

comments

About Master Tukang

Master Tukang, Segala informasi dan tutorial tentang pertukangan dan dunia konstruksi. Teknik perkayuan, teknik bangunan, Teknik pengelasan, Teknik Kelistrikan, teknik konstruksi, teknik finishing dan pengecatan.

Review produk bangunan, review Alat pertukangan, informasi teknologi bahan bangunan, inovasi teknologi konstruksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *