Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Home >> Urban Skill >> Teknik Otomotif >> Aki Mobil Cepat Soak? Begini Cara merawat Aki Agar Awet dan Tahan Lama
aki mobil cepat soak

Aki Mobil Cepat Soak? Begini Cara merawat Aki Agar Awet dan Tahan Lama

Aki Mobil Cepat Soak? Begini Cara merawat Aki Agar Awet dan Tahan Lama. Terkadang kita berharap aki mobil yang kita beli bisa bertahan setahun atau bahkan 2 tahun, namun ada beberapa kasus dimana aki mobil Soak dalam waktu 6 bulan atau kurang. Ada banyak faktor penyebab aki soak, misalnya kekurangan cairan atau karena terlalu lama tidak digunakan. Aki Mobil Soak mempunyai tanda-tanda sebagai berikut:

  • Aki berfungsi memasok listrik ke komponen-kompenen pada kendaraan. Karena itu, tanda aki mulai soak yang paling mudah dikenali adalah kondisi kendaraan yang menjadi sulit dihidupkan.

  • Suara klakson yang tidak lagi lantang.

  • Pencahayaan lampu kendaraan yang menjadi kurang maksimal.

  • Bodi aki terlihat mulai menggelembung.

Selain mengenali tanda-tanda tersebut, pemilik kendaraan juga bisa memasang alat tambahan yang bernama  volt tester. Volt tester akan menunjukkan tegangan aki pada kendaraan. Jika voltmeter sudah menunjukkan angka 11 volt, artinya kondisi aki sudah cukup kritis dan sebaiknya segera diganti. Aki yang masih dalam keadaan baik menunjukkan angka di atas 12 volt. Biasanya dalam keadaan on tanpa digas, tegangan aki mencapai angka 12,4 volt dan 13 volt ketika sedang dikendarai.

Sebagian orang beranggapan jika mobil jarang digunakan, maka aki menjadi lebih awet. Kenyataannya, mobil yang jarang dipakai justru akan membuat aki mudah tekor. Lalu bagaimana solusinya?

Tak cukup hanya dengan memanaskan mesin mobil sesekali saja, sangat direkomendasikan untuk membawa mobil berjalan-jalan sebentar. Hal ini perlu dilakukan karena memanaskan mesin mobil dalam keadaan diam ternyata tidak cukup maksimal mendorong terjadinya pengisian arus listrik ke aki. Karena itu, mobil perlu diajak berjalan-jalan sebentar supaya tekanan RPM (Rotary Per Minute) mencapai nilai di atas 2000 RPM yang akan membuat arus listrik ke aki menjadi lebih maksimal.

  • Melepas terminal negatif aki

Baca Juga:  Mengenal Jenis Baut dan Mur (Bolt & Nut) Serta Klasifikainya

Jika sekiranya mobil tidak akan digunakan dalam waktu lama, sebaiknya lepaskan terminal negatif pada aki. Lantas bungkus kepala aki yang dilepas dengan memakai kain. Dengan cara ini tidak akan ada arus listrik yang bocor. Selain itu, terminal negatif tidak bersinggungan dengan bodi mobil.

  • Pemeriksaan terminal aki

Pada saat melakukan pemeriksaan rutin pada aki, perhatikanlah kondisi terminal aki positif dan negatif. Pada bagian tersebut biasanya terjadi korosi. Bila mulai ditemukan korosi, segera bersihkan dengan cara menyiramnya memakai air panas. Tentu saja pastikan siraman air panas tidak mengenai komponen lainnya.

Sementara itu jika terminal aki kotor, seperti munculnya kerak berwarna kehijauan, sebaiknya segera bersihkan dengan menggunakan amplas atau sikat kawat. Terminal aki yang kotor akan menyebabkan pasokan aliran listrik menjadi terhambat.

Pemeriksaan terhadap indikator aki ini sebaiknya menjadi salah satu pemeriksaan yang rutin dilakukan. Periksa indikator aki dan segera isi air aki bila ditemukan air aki berada di bawah batas normal. Pengisian ini sebaiknya dilakukan di pagi hari sebelum mesin mobil dinyalakan. Pastikan air aki berada pada batas antara low level dan upper level. Jangan sampai air aki habis atau terlampau sedikit. Kondisi tersebut bisa menyebabkan sel-sel aki rusak dan melengkung.

  • Penggunaan perangkat listrik

Baca Juga:  Jenis Cat Mobil untuk Body Repair Atau Pengecatan Ulang Mobil

Kecermatan pengemudi dalam menggunakan perangkat listrik juga berpengaruh pada performa aki. Sebaiknya matikan perangkat listrik dalam mobil seperti audio, AC dan lampu sebelum mesin mobil dimatikan.

  • Melepas dan memasang aki dengan benar

Jika hendak melepas atau memasang aki, sebaiknya lakukan prosedur yang benar. Ketika memasang aki, pasang terlebih dahulu kutub positif baru kemudian pasang kutub negatif. Sementara itu saat melepas aki, lepaskan terlebih dahulu pengait di kutub negatif, lalu lepaskan pengait di kutub positif. Prosedur ini akan menghindarkan dari terjadinya korsleting.

 

Panduan Membeli Aki Mobil Agar Tidak cepat Soak

Selain cara merawat aki mobil agar tidak cepat soak, perhatikan juga saat ingin melakukan pembelian aki.

  • Membeli Di Tempat Yang Terpercaya

Hal pertama yang perlu anda lakukan adalah dengan membeli aki mobil di tempat yang terpercaya, semisal bengkel resmi, toko onderdil mobil, ataupun toko khusus aki. Toko yang baik dan terpercata tentu saja akan memberikan rekomendasi terbai untuk aki mobil yang sesuai dengan kebutuhan dari kendaraan anda. Resiko memilih toko yang tidak terpercaya adalah bisa jadi anda mendapatkan aki rekondisi yang mana dilabeli sebagai barang baru.

Pastikan pula untuk mendapatkan garansi mengenai vitalitas aki yang baru. Jika sistem kelistrikan mobil memang berjalan normal, maka ideal usia penggunaan aki dapat berlangsung 1.5 hingga 2 tahun. Namun jika kurang maka menunjukkan jika terdapat masalah pada aki tersebut. Jangan lupa untuk memilih toko aki yang menawarkan fasilitas antar-jemput. Hal ini penting apalagi kejadian aki yang rusak dapat terjadi kapanpun dan dimanapun.

  • Pastikan Membeli Aki Mobil Yang Sesuai
Baca Juga:  Mengenal Thinner dan Solvent untuk Pengecatan Mobil dan Kayu

Dalam memilih aki mobil, pastikan untuk membeli aki mobil yang memang sesuai dengan spesifikasi mobil anda. Mulai dari tipe dan jenis harus sesuai dengan standar bawaan dari mobil anda. Jika pun anda ingin melakukan upgrade , pastikan jika voltage aki harus sama serta kenaikan amper pada aki mobil tidak melebihi dari 15% dari standar ampere mobil anda.

  • Memilih Aki Basah atau Aki Kering

Ada beberapa jenis jenis aki mobil, mulai dari aki kering dan aki basarh. Aki kering memiliki peforma yang lebih bagus jika dibandingkan dengan aki basah. Namun aki kering memiliki kelemahan pada daya tahannya yang kurang terhadap panas serta harganya yang sedikit lebih mahal. Namun tentu saja sebandingkan dengan keawetannya yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan. Namun jika anda memilih aki basah, maka akan lebih baik untuk mengecek kondisi dari cairan elektrolit yang ada di dalamnya. Pastikan jika volume cairan aki berada diantara batas maksimum dan minimum

Komentar

comments

About Urban Kreator

Crafter ID, Segala informasi dan tutorial tentang pertukangan dan dunia konstruksi. Teknik perkayuan, teknik bangunan, Teknik pengelasan, Teknik Kelistrikan, teknik konstruksi, teknik finishing dan pengecatan. Review produk bangunan, review Alat pertukangan, informasi teknologi bahan bangunan, inovasi teknologi konstruksi

One comment

  1. terima kasih infonya sangat bermanfaat, kunjungi website kami juga ya di http://miniconstore.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *