Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Home >> Pengetahuan kayu >> Kadar Air Kayu dan Penyusutan Kayu, Pentingnya Kayu Kering untuk Mebel
kadar air pada kayu dan penyusutan kayu
kadar air pada kayu dan penyusutan kayu

Kadar Air Kayu dan Penyusutan Kayu, Pentingnya Kayu Kering untuk Mebel

Kadar Air Kayu dan Penyusutan Kayu, Pentingnya Kayu Kering untuk Mebel. Dalam proses penggunaan kayu untuk konstruksi atau mebel diperlukan kayu yang sudah cukup kering. Sebab kayu yang masih basah atau belum kering akan menyebabkan susut kayu yang mengakibatkan perubahan bentuk dan kerusahan struktur bangunan atau mebel dalam jangka panjang.

Penyusutan yang terekspresikan secara nyata menjadikan kayu berkurang dimensinya, merupakan hal yang paling bertanggung jawab terhadap beberapa hal yang merugikan. Besarnya nilai penyusutan dan besarnya perbedaan antara penyusutan dalam arah tanegnsial dan radial mempunyai hubungan yang bersifat langsung terhadap cacat pengeringan.

Bentuk-bentuk kerugian ini dapat berupa pelepasan mats kayu dari sortimwen, pemelengkungan dan pemuntiran pada sortimen, retak pada permukaan atau ujung sortimen, cacat indung madu (honeycombing), kolep (pemimpesan kayu) dan kulit mengeras. Semua ini merupakan hal yang sangat merugikan bagi pengguna kayu.

 

Kadar air kayu

Kadar air kayu dari pohon hidup dapat mencapai 40% – 200% dari berat kayu kering tanur (Frick Heinz, dkk, 1999). Kayu merupakan bahan yang dapat menyerap air dan melepaskannya sesuai keadaan udara disekitarnya (hygroscopic), dan dapat mengembang atau menyusut sesuai kandungan air di dalamnya.

Baca Juga:  Urutan Proses Menggergaji Kayu Log Bulat Menjadi Papan

Menurut Frick dkk (1999) kayu akan melepas atau menyerap air di sekelilingnya sampai banyaknya air di dalam kayu setimbang dengan kadar air udara di sekelilingnya. Kadar air kayu pada keadaan setimbang dengan kadar air udara tersebut dinamakan kadar air kesetimbangan, dan besarnya dinyatakan dalam % terhadap berat kayu kering tanur. Kadar air kayu yang selalu berhubungan dengan perubahan udara cenderung berubah ke arah titik kesetimbangan.

Air yang dikandung oleh kayu dibedakan dalam dua macam, yaitu:

  • air bebas, yang terdapat dalam rongga-rongga sel dan ruang-ruang antar sel;
  • air yang terikat secara kapiler dalam dinding sel.

Apabila semua air bebas telah dilepaskan/menguap dan hanya tertinggal air yang terikat saja, maka dikatakan kayu telah mencapai titik jenuh serat (fibre saturation point), yang besarnya kira-kira pada keadaan kadar air 30%.

Baca Juga:  Mengenal Jenis Kayu, Bagian Kayu, Sifat Kayu, dan Karakter Kayu

 

Penyusutan kayu

Penyusutan kayu (Frick Heinz dan Koesmartadi Ch, 1999) terjadi apabila kadar air berkurang/dilepas sampai di bawah titik jenuh serat (<30%). Besarnya penyusutan sebanding dengan banyaknya air yang dilepas di bawah titik jenuh serat tersebut. Kayu yang dikeringkan sampai kadar air 15% akan menyusut sampai kira-kira setengah penyusutan maksimal. Sebaliknya untuk setiap kenaikan kadar air 1%, kayu akan mengembang 1/130 dari pengembangan maksimal.

Penyusutan dan pengembangan kayu dinyatakan dengan prosentase dari dimensi kayu pada keadaan basah atau kadar air di atas titik jenuh serat (>30%). Penyusutan kayu dapat terjadi pada 3 (tiga) arah, yaitu: 1. arah sejajar arah serat (longitudinal); 2. arah melintang lingkaran tumbuh (radial); dan 3. arah lingkaran tumbuh (tangensial). Untuk lebih jelasnya lihat Gambar 1.13.

Penyusutan arah tangensial lebih besar dari penyusutan arah radial, dan penyusutan arah longitudinal sangat kecil. Besarnya penyusutan untuk masing-masing arah adalah:

  • arah longitudinal berkisar antara 0,1% – 0,2%
  • arah radial berkisar antara 2,1% – 8,5%
  • arah tangensial berkisar antara 4,3% – 14%
Baca Juga:  Barecore, Proses Pembuatan Barecore dan Harga Eksport Barecore

 

Melihat pengaruh kadar air terhadap muai susut kayu maka sudah seharusnya penggunaan kayu harus mengalami proses kiln dry atau proses oven. Pengeringan kayu sampai kadar antara 12%-15% dirasa sudah cukup aman, sehingga konstruksi mebel tidak banyak mengalami perubahan karena susut. Sementara jika digunakan untuk produksi pintu maka kekeringannya diusahakan semaksimal mungkin, sebab muai susut kayu berakibat pintu melengkung atau retak dan sulit ditutup.

Kata Kunci:

beda kuat antara kayu kering dan basah,perbedaan kadar air kayu dan air yang ada didalam kayu,penyusutan kadar air kayu basah menjadi kering,pengaruh kering basah kayu untuk konstruksi,pengaruh kadar air terhadap kayu,oven kayu diy,menghitung kadar air kayu 12%,kayu yang kering pada bangunan,Kayu di oven hingga kering tanur,Kapan kayu dapat di katakan mencapai titik jenuh,kadar air kayu mengembang,kadar air kayu matoa,Kadar air kayu,kadar air dalam kayu,cara membedakan kayu kering dan basah,teori dasar penyusutan kayu

Komentar

comments

About Urban Kreator

Crafter ID, Segala informasi dan tutorial tentang pertukangan dan dunia konstruksi. Teknik perkayuan, teknik bangunan, Teknik pengelasan, Teknik Kelistrikan, teknik konstruksi, teknik finishing dan pengecatan. Review produk bangunan, review Alat pertukangan, informasi teknologi bahan bangunan, inovasi teknologi konstruksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *