Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Home >> Urban Skill >> Kelistrikan dan Elektrik >> Kapasitor, Mengenal kapasitor Sebagai Komponen Dasar Elektronika
kapasitor komponen dasar elektro

Kapasitor, Mengenal kapasitor Sebagai Komponen Dasar Elektronika

Kapasitor, Mengenal kapasitor Sebagai Komponen Dasar Elektronika. Kapasitor ialah komponen elektronika yang mempunyai kemampuan menyimpan electron-elektron selama waktu yang tidak tertentu.

Kapasitor berbeda dengan akumulator dalam menyimpan muatan listrik terutama tidak terjadi perubahan kimia pada bahan kapasitor, besarnya kapasitansi dari sebuah kapasitor dinyatakan dalam farad. Pengertian lain Capasitor
adalah komponen elektronika yang dapat menyimpan dan melepaskan muatan listrik.

Struktur sebuah Capasitor terbuat dari 2 buah plat metal yang dipisahkan oleh suatu bahan dielektrik. Bahan-bahan dielektrik yang umum dikenal misalnya udara vakum, keramik, gelas dan lain-lain.

Jika kedua ujung plat metal diberi tegangan listrik, maka muatan-muatan positif akan mengumpul pada salah satu kaki (elektroda) metalnya dan pada saat yang sama muatan-muatan negatif terkumpul pada ujung metal yang satu lagi. Muatan positif tidak dapat mengalir menuju ujung kutup negatif dan sebaliknya muatan negatif tidak bisa menuju ke ujung kutup positif, karena terpisah oleh bahan dielektrik yang non-konduktif.

Muatan elektrik ini “tersimpan” selama tidak ada konduksi pada ujung-ujung kakinya. Di alam bebas, phenomena kapasitor ini terjadi pada saat terkumpulnya muatan-muatan positif dan negatif di awan. Kemampuan untuk
menyimpan muatan listrik pada Capasitor disebuat dengan kapasitansi atau kapasitas.

Baca Juga:  Baterai Listrik Tenaga Surya untuk Rumah Tangga? Perhatikan Ulasan Ini

Kapasitansi didefenisikan sebagai kemampuan dari suatu kapasitor untuk dapat menampung muatan elektron.  Coulombs pada abad 18 menghitung bahwa 1 coulomb = 6.25 x 1018 elektron. Kemudian Michael Faraday membuat postulat bahwa sebuah kapasitor akan memiliki kapasitansi sebesar 1 farad jika dengan tegangan 1 volt dapat memuat muatan elektron sebanyak 1 coulombs.

Dengan rumus dapat ditulis :
Q = CV …………….(1)
Q = muatan elektron dalam C (coulombs)
C = nilai kapasitansi dalam F (farads)
V = besar tegangan dalam V (volt)
HC= ½ C V2 [joule]

Dalam praktek pembuatan Capasitor, kapasitansi dihitung dengan mengetahui luas area plat metal (A), jarak (t) antara kedua plat metal (tebal dielektrik) dan konstanta (k) bahan dielektrik. Dengan rumusan dapat ditulis sebagai berikut :
C = (8.85 x 10-12) (k A/t) …(2)

Prinsip Pembentukan Kapasitor

Jika dua buah plat atau lebih yang berhadapan dan dibatasi oleh isolasi, kemudian plat tersebut dialiri listrik maka akan terbentuk kondensator (isolasi yang menjadi batas kedua plat tersebut dinamakan dielektrikum).

Baca Juga:  Resistor, Mengenal Resistor Sebagai Komponen Dasar Elektronika

Bahan dielektrikum yang digunakan berbeda-beda sehingga penamaan Capasitor berdasarkan bahan dielektrikum. Luas plat yang berhadapan bahan dielektrikum dan jarak kedua plat mempengaruhi nilai kapasitansinya.

Pada suatu rangkaian yang tidak terjadi Capasitor liar. Sifat yang demikian itu disebutkan kapasitansi parasitic. Penyebabnya adalah adanya komponen-komponen yang berdekatan pada jalur penghantar listrik yang berdekatan dan gulungan-gulungan kawat yang berdekatan.

 

Macam-macam kapasitor sesuai bahan dan konstruksinya

Capasitor seperti juga resistor nilai kapasitansinya ada yang dibuat tetap dan ada yang variabel. Capasitor dielektrikum udara, kapasitansinya berubah dari nilai maksimum ke minimum.

Capasitor variabel sering kita jumpai pada rangkaian pesawat penerima radio dibagian penala dan osilator. Agar perubahan kapasitansi di dua bagian tersebut serempak maka digunakan Capasitor variabel ganda. Capasitor variabel ganda adalah dua buah Capasitor variabel dengan satu pemutar.

Baca Juga:  Lampu Led COB atau HPL (High Power Led), Panduan untuk Pemula

Berdasarkan dielektrikumnya kapasitor dibagi menjadi beberapa jenis, antara lain:

  • Capasitor keramik
  • Capasitor film
  • Capasitor elektrolit
  • Capasitor tantalum
  • Capasitor kertas

Capasitor elektrolit dan kapasitor tantalum adalah Capasitor yang mempunyai kutub atau polar, sering disebut juga dengan nama Capasitor polar. capasitor film terdiri dari beberapa jenis yaitu polyester film, poly propylene film atau polysterene film.

Karakteristik Berbagai Macam Kapasitor

Capasitor mika mampu menerima tegangan sampai ribuan volt pada rangkaian frequency tinggi. Capasitor untuk rangkaian frekuensi tinggi electron-elektron harus mengisi plat-plat logam dan mengisi dielektrikumnya.

Pada saat arus berubah arah electron-elektron harus meningkatkan dielektrikum. Perubahan arah arus yang terjadi pada Capasitor terhalangi oleh rintangan yang disebut hysterisis kapasitif.

Sifat-sifat Capasitor pada umumnya :

  • Terhadap tegangan dc merupakan hambatan yang sangat besar.
  • Terhadap tegangan ac mempunyai resistansi yang berubah-ubah sesuai dengan frequency kerja.
  • Terhadap tegangan ac akan menimbulkan pergeseran fasa, dimana arus 900 mendahului tegangannya.

 

Komentar

comments

About Urban Kreator

Crafter ID, Segala informasi dan tutorial tentang pertukangan dan dunia konstruksi. Teknik perkayuan, teknik bangunan, Teknik pengelasan, Teknik Kelistrikan, teknik konstruksi, teknik finishing dan pengecatan. Review produk bangunan, review Alat pertukangan, informasi teknologi bahan bangunan, inovasi teknologi konstruksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *