Home >> Urban Skill >> Pertukangan Bangunan >> Lantai Keramik Menggelembung dan Retak? Begini Cara Mencegah dan Mengatasinya
Lantai keramik menggelembung
Lantai keramik menggelembung

Lantai Keramik Menggelembung dan Retak? Begini Cara Mencegah dan Mengatasinya

Keramik Menggelembung dan Retak? Begini Cara Mengatasinya. Seringkali kita mendapati beberapa lantai keramik yang menggelembung sehingga keramik terangkat dari lantai. Kondisi ini selain tidak sedap dipandang juga menimbulkan beban biaya yang tidak sedikit untuk memperbaikinya. Sebelum kejadian seperti ini terjadi alangkah baiknya kita kenali sumber masalah lantai keramik menggelembung dan cara mencegahnya.

 

Penyebab Lantai Keramik Menggelembung dan Retak

  • Kualitas adukan untuk lantai atau mortar perekat keramik kurang bagus. Adukan yang kurang bagus dapat disebabkan rasio bahan yang kurang tepat atau rendahnya kualitas bahan, terutama semen (daya rekatnya kurang).
  • Kualitas ubin keramik kurang bagus, sehingga semen sulit menempel. Ubin kualitas rendah juga tidak tahan pada terjadi muai-susut (perubahan suhu rendah ke tinggi, atau sebaliknya secara berulang-ulang).
  • Pengisian nat (celah antarkeramik) tidak dilakukan dengan benar. Misalnya, bahan nat terlalu kental atau encer dan nat tidak sepenuhnya terisi.
  • Beban yang dipikul oleh lantai ubin keramik melebihi kemampuannya.
  • Permukaan tanah di bawah lantai kerja mengalami pergerakan atau penurunan (ambles). Hal ini biasanya terjadi jika bangunan atau rumah berada di atas tanah labil, di daerah rawan gempa atau longsor, di tepi jalan raya yang memiliki getaran kuat karena dilewati banyak kendaran besar dan berat, dekat pabrik dengan mesin produksi bergetaran tinggi, atau dekat proyek yang menerapkan pemancangan tiang. Potensi penurunan tanah juga dapat terjadi jika lantai cukup lama terendam air atau banjir.
  • Kondisi lantai kerja di bawah ubin keramik basah atau terlalu lembab. Hal ini bisa terjadi karena genangan banjir atau adanya rembesan air dari dalam tanah.
Baca Juga:  Mengenal Tulangan Beton dalam Sistem Beton Bertulang

Mencegah Lantai Keramik Menggelembung

Berbagai pemicu terjadinya lantai keramik menggelembung di atas dapat diantisipasi apabila #SahabatJagoBangunan melakukan berbagai upaya berikut.

  • Untuk membuat mortar perekat keramik, gunakan material berkualitas —semen berkualitas bagus dan pasir tidak mengandung lempung. Rasio semen-pasir pun harus tepat, misalnya 1:6, dan pengadukan harus merata sehingga dihasilkan mortar yang homogen. Agar lebih praktis gunakan mortar instan (tile adhesive)— namun ikuti petunjuk pengenceran dari pabrik. Aplikasikan mortar perekat secara merata, jangan sampai menyisakan rongga, karena akan menjebak udara yang kelak dapat memuai dan mendorong keramik.
  • Pilih jenis keramik berkualitas bagus dan memenuhi standar internasional ISO. Jika terpaksa menggunakan jenis keramik berkualitas sedang atau rendah, sebaiknya lakukan perendaman (minimal 1 jam) sebelum material tersebut dipasang. Saat pemasangan keramik, upayakan jarak nat tidak dibuat terlalu rapat. Selain itu, jangan lupa memberi celah pada sisi yang berbatasan dengan dinding. Sebagai alternatif celah di pada batas dinding tersebut dapat juga diisi bantalan karet atau bahan fleksibel lain.
  • Buat adonan pengisi nat dengan kekentalan tepat (tidak terlalu encer atau kental) dan merata. Jika menggunakan pengisi nat instan (tile grout), ikuti petunjuk produsen. Kerjakan pengisian nat (grouting) setelah perekat keramik kering, dan lakukan secara tepat. Mula-mula bersihkan nat dengan kape dan pastikan tidak ada udara terjebak di bawah keramik, lalu aplikasikan bahan pengisi nat dengan kape plastik dengan arah melintang dan sejajar. Pastikan bahan pengisi benar-benar masuk ke dalam nat secara penuh dengan memberi tekanan ringan.
  • Aplikasikan jenis keramik yang sesuai dengan beban lantai. Misalnya, untuk lantai carport pilihlah jenis keramik yang diproduksi khusus dengan kemampuan menahan beban berat perabot atau kendaraan.
  • Keramik yang menggembung dan berujung retak atau pecah, yang disebabkan oleh bencana alam (tanah bergerak, longsor, gempa, getaran sekitar, ataupun banjir) hanya dapat diatasi dengan menghindari daerah rawan bencana. Hal ini tentu sudah harus diketahui sebelum bangunan didirikan. Namun, untuk tingkat kelembapan tinggi dari dalam tanah masih dapat diminimalkan dengan membuat lantai kerja (di bawah keramik) dari campuran kedap air.
  • Beberapa hal lain yang perlu diperhatikan, misalnya: pertama, pemasangan keramik dengan area relatif luas atau pada lantai atas dianjurkan menerapkan expansion joint, yaitu sambungan yang berfungsi mengantisipasi pergeseran struktur, di mana bahan pengisi nat selain grout juga bahan elastis seperti bantalan karet atau srytofoam.
Baca Juga:  Teknik dan Panduan Memasang Rangka Atap Baja Ringan

 

Source:jagobangunan.com

Kata Kunci:

cara memperbaiki lantai menggelembung,https://www crafter id/lantai-keramik-menggelembung-dan-retak-begini-cara-mencegah-dan-mengatasinya/,memperbaiki keramik yang menggelembung,mengatasi kramik pecah daerah gunung,Mengatasi Lantai plastik menggelembung,mitos rumah yg tanahnya menggembung

Komentar

comments

About Master Tukang

Master Tukang, Segala informasi dan tutorial tentang pertukangan dan dunia konstruksi. Teknik perkayuan, teknik bangunan, Teknik pengelasan, Teknik Kelistrikan, teknik konstruksi, teknik finishing dan pengecatan. Review produk bangunan, review Alat pertukangan, informasi teknologi bahan bangunan, inovasi teknologi konstruksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *