Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Home >> Urban Skill >> Pengelasan & Welding >> Mengelas Aluminium, Cara Mengelas Aluminium dengan Las TIG
mengelas aluminium dengan las tig

Mengelas Aluminium, Cara Mengelas Aluminium dengan Las TIG

Mengelas Aluminium, Cara Mengelas Aluminium dengan Las TIG. Aluminium merupakan materal yang mudah dibentuk, ringan, tahan korosif, dan mempunyai tampilan yang bagus. Alumium banyak digunakan sebagai materal bangunan maupun berbagai asesoris karena ringan dan tidak membebani struktur.

Menyambung berbagai aluminium ada banyak metode, salah satunya adalah dengan pengelasan. Mengelas Aluminium umumnya menggunakan las jenis TIG (Tugnsten Inert gas). Secara detil berikut ini adalah panduan mengelas aluminium.

 

Mengelas Aluminium: Bahan dan Alat

  • Mesinlas listrik TIG (Tungsten Inert Gas) AC; sengaja menggunakan arus listrik AC untuk meluruhkan lapisan oksida
  • Filler Aluminium atau Kawat las aluminium; biasanya kawat ini akan meleleh pada suhu berkisar antara 300-400 derajat celsius
  • Gas AR (Argon); berguna sebagai perisai yakni melindungi lelehan aluminium selama proses pengelasan berlangsung

 

Langkah Mengelas Aluminium:

  1. Gunakan maksimal safety, pakaian pendukung keamanan yang meliputi masker las, sarung tangan tahan api, kemeja lengan panjang, dan celana jeans panjang. Perlu diketahui, proses pengelasan menggunakan mesin TIG akan menghasilkan radiasi ultraviolet yang tinggi.
  2. Bahan aluminium mempunyai lapisan aluminium oksida di permukaan luarnya yang hanya bisa dilelehkan pada suhu panas yang jauh lebih tinggi daripada aluminium itu sendiri. Jadi agar hasil pengelasan nantinya bagus, Anda perlu membuang lapisan tersebut. Caranya yakni semprotlah aluminium tadi menggunakan aseton lalu bilas dengan air bersih dan jemur di bawah terik matahari. Setelah bahan aluminium ini mengering, gosok seluruh permukaannya memakai sikat stainless steel untuk memastikan seluruh lapisan aluminium oksidanya sudah menghilang.
  3. Sebelum Anda menggunakan kawat las aluminium, disarankan untuk membersihkannya dahulu. Anda bisa mengandalkan cairan pembersih pad abarsif untuk menyucikan kawat tersebut. Dengan begini, kualitas hasil pekerjaan Anda pun bakal lebih terjamin.
  4. Cobalah berlatih mengelas aluminium sebentar untuk membiasakan tangan Anda dalam menguasai peralatan kerja. Nyalakan mesin TIG, kemudian tahan posisinya pada jarak sekitar 1/4 inci dari bahan alumunium dengan posisi kemiringan sekitar 10 derajat. Jangan meletakkan mesin las terlalu jauh sebab akan menimbulkan percikkan api yang lebih banyak sehingga mesin sulit dikendalikan. Gerakkan mesin dengan cara didorong secara hati-hati di sepanjang jalur yang ingin dilas. Sedangkan kawat las diposisikan pada sudut 90 derajat dari mesin. Atur jarak antara mesin las dan kawat supaya jangan sampai bersentuhan langsung karena dapat menimbulkan hasil yang buruk.
  5. Tiba saatnya untuk praktek langsung. Panaskan bahan aluminium yang akan dilas terlebih dahulu agar lebih mudah disambung. Jangan pernah melewati proses ini sebab dapat menyebabkan lemahnya ikatan las yang terbentuk. Suhu yang ideal adalah sekitar 176 derajat celsius. Atur amper pada posisi 1 A per 0,025 mm.
  6. Mulailah pengelasan dengan mengatur mesin las aluminium agar tidak melebihi diameter nozle pada mesin las TIG. Misalnya bila Anda menggunakan nozle selebar 1/4, maka ujung tungsten pun tidak boleh melebihi 1/4 dari nozle tersebut.
  7. Letakkan ujung kawat las aluminium berhimpitan dengan aluminium yang akan dilas. Kemudian tarik las tersebut sepanjang 3 mm. Lelehkan kawat tadi sampai kapasitasnya cukup memadai digunakan untuk penyambungan. Tempelkan lelehan tersebut pada bidang yang akan diisi sambil tetap berpindah ke bidang selanjutnya secara perlahan-lahan. Ingat gerakan mesin TIG yang benar ialah didorong bukan ditarik. Lanjutkan proses penempelan lelehan kawat aluminium ini sampai seluruh sendi aluminium tersambung dengan sempurna.
Aluminium adalah logam yang ringan dengan berat jenis 2.7 gram/cm3 setelah Magnesium (1.7 gram/cm3) dan Berilium(1.85 gram/cm3) atau sekitar 1/3 dari berat jenis besi maupun tembaga. Konduktifitas listriknya 60 % lebih dari tembaga sehingga juga digunakan untuk peralatan listrik.

Selain itu juga memiliki sifat penghantar panas, memiliki sifat pantul sinar yang baik sehingga digunakan pula pada komponen mesin, alat penukar panas, cermin pantul, komponen industri kimia dll.

Aluminium merupakan logam yang reaktif sehingga mudah teroksidasi dengan oksigen membentuk lapisan aluminium oksida, alumina (Al2O3) dan membuatnya tahan korosi yang baik. Namun bila kadar Fe, Cu dan Ni ditambahkan akan menurunkan sifat tahan korosi karena kadar aluminanya menurun.

Penambahkan Mg, Mn tidak mempengaruhi sifat tahan korosinya. Aluminium bersifat ulet, mudah dimesin dan dibentuk dengan kekuatan tarik untuk aluminium murni sekitar 4~5 kgf/mm2. Bila diproses penguatan regangan seperti dirol dingin kekuatan bisa mencapaiĀ±15 kgf/mm2.

Baca Juga:  Regulator Gas Mesin Las GTAW (TIG), Jenis dan Cara Perawatan Regulator Gas

Plat alumunium memiliki daya tahan terhadap karat yang sangat baik dibanding dengan besi dan harga yang sangat terjangkau dibanding dengan stainless steel. Oleh karena itu alumunium menjadi bahan material yang banyak dipergunakan oleh berbagai industrI, salah satunya industri alat-alat rumah tangga.

Komentar

comments

About Urban Kreator

Crafter ID, Segala informasi dan tutorial tentang pertukangan dan dunia konstruksi. Teknik perkayuan, teknik bangunan, Teknik pengelasan, Teknik Kelistrikan, teknik konstruksi, teknik finishing dan pengecatan. Review produk bangunan, review Alat pertukangan, informasi teknologi bahan bangunan, inovasi teknologi konstruksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *