Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Home >> Pengetahuan kayu >> Mengenal Jenis Rotan Sebagai Bahan Furniture Kelas Dunia
Aneka Jenis Rotan Indonesia
Aneka Jenis Rotan Indonesia

Mengenal Jenis Rotan Sebagai Bahan Furniture Kelas Dunia

Mengenal Jenis Rotan Sebagai Bahan Furniture Kelas Dunia. Indonesia memiliki kurang lebih 314 jenis rotan, tetapi baru ± 51 jenis yang merupakan jenis komersial atau laku diperdagangkan karena sifatnya sudah dikenal. Namun, beberapa jenis komersial potensinya sudah menurun dan mulai langka, seperti rotan manau, pulut merah, sega, irit, batang, dan tohiti.

Sementara itu, dari jenis-jenis lain yang non komersial (belum dikenal) mungkin ada yang memiliki sifat baik dan jumlahnya cukup tersedia di hutan sehingga dilakukan
penelitian dan pengembangan terhadap beberapa jenis rotan yang belum komersial agar mempunyai nilai tinggi.

Di samping itu, pengusaha rotan diharapkan memiliki kemauan untuk mencoba memanfaatkan hasil penelitian terhadap rotan yang belum dikenal menjadi produk komersial (Jasni dan Rachman 2000). Dengan demikian, diharapkan kebutuhan terhadap rotan tercapai dan kelestarian jenisnya terjamin.

 

Berikut ini adalah bebrapa jenis Rotan yang populer di Indonesia

 

1. Rotan tebu (Myrialepis paradoxa (Kurz) J.Dransf.)

Sinonim : Myrialepis scortechinii Becc.
Nama daerah : Rotan tebu
Persebaran : Semenanjung Malaya dan Sumatera

Rotan Tebu
Rotan Tebu

Ciri umum batang Rotan Tebu:

Diameter batang 27–43 mm, panjang ruas 29–36 cm, tinggi buku 0,70 mm, kerapatan ikatan pembuluh 4 buah/mm2, dan warna hijau kekuningan.

Ciri anatomi batang Rotan Tebu:

Diameter serat 33 μm, diameter lumen serat 28 μm, tebal dinding sel serat 2,5 μm, panjang sel serat 2.655 μm. Panjang pembuluh metaksilim 2.102 μm, diameter pembuluh metaksilim 519 μm, panjang pembuluh protoksilim 1.666 μm, diameter pembuluh protoksilim 59 μm.

Komponen kimia: Selulosa 62,98%; Lignin 24,75%, dan Pati 22%.

Fisis mekanis: Kadar air 15%; BJ 0,49; MOE 34.713 kg/cm2; MOR 98 kg/cm2.

Pelengkungan: Sulit dilengkungkan dan langsung patah.

Pemanfaatan: Hanya untuk kerangka lurus yang tidak menahan beban seperti tangkai sapu.

 

2. Rotan cincin (Calamus polystachys Beccari)

Nama daerah : Howe gelang, rotan gelang
Persebaran : Jawa Barat, Sumatera, dan Kalimantan

Rotan Cincin
Rotan Cincin

Ciri umum batang Rotan Cincin : Diameter batang 3,3–4,9 mm, panjang ruas 9–12 cm, tinggi buku 0,31 mm, kerapatan ikatan pembuluh 10 buah/mm2 dan warna kuning kecoklatan.

Baca Juga:  Pengeringan Kayu, Panduan Teknis Pengeringan Kayu dengan Kiln Dryer

Ciri anatomi bantang Rotan Cincin: Diameter serat 22 μm, diameter lumen serat 17 μm, tebal dinding sel serat 2 μm. Panjang sel serat 1.578 μm, panjang pembuluh metaksilim 2.878 μm, diameter pembuluh metaksilim 153,89 μm. Panjang pembuluh protoxylem 1.780 μm, diameter pembuluh protoxylem 48 μm.

 

3. Rotan cakre (Ceratolobus subangulatus (Miquel) Beccari)

Nama daerah : Cakre
Persebaran : Sumatera

Ciri umum batang Rotan Cakre: Diameter batang 5–7 mm, panjang ruas 14–26 cm, tinggi buku 0,36 mm, kerapatan ikatan pembuluh 8 buah/mm2 dan warna kekuningan.

Ciri anatomi batang Rotan Cakre : Diameter serat 23 μm, diameter lumen serat 19 μm, tebal dinding sel serat 2 μm. Panjang sel serat 1.789 μm, panjang pembuluh metaksilim 2.998 μm. Diameter pembuluh metaksilim 196 μm, panjang pembuluh protoksilim 2.194 μm, diameter pembuluh protoksilim 60 μm.

Komponen kimia Rotan Cakre: Selulosa 58,66%; Lignin 23,61%; dan Pati 20%.

Fisis mekanis Rotan Cakre: KA 14%; BJ 0,47; Kekuatan tarik sejajar 129,81 kg/cm2.

Pengerjaan Rotan Cakre: Dapat dibelah dua hasil belahan nilai 90 ( Sangat baik).

Pelengkungan Rotan Cakre: Radius lengkung 3,75, kelas I (Sangat baik).

Pemanfaatan Rotan Cakre: Digunakan sebagai bahan baku tikar dan keranjang.

 

4. Rotan boga (Calamus kooedeniensianus Becc.)

Nama daerah : Rotan boga, noko
Penyebaran : Sulawesi

Ciri umum batang: Diameter batang 17–25 mm, panjang ruas 21–49 cm, tinggi buku 1,2 mm, kerapatan ikatan pembuluh 7 buah/mm2, dan warna kuning gading.

Ciri anatomi batang: Diameter serat 26 μm, diameter lumen serat 21 μm, tebal dinding sel serat 3μm, panjang sel serat 1606 μm. Panjang pembuluh protoksilim 1622μm, diameter pembuluh protoksilim 63 μm.

Komponen kimia: Selulosa 62,43%; Lignin 20,98%; dan Pati 20%.

Fisis mekanis: KA 12%; BJ 0,49; MOE 14908 kg/ cm2; MOR 390 kg/cm2.

Pengerjaan: Bisa dipolis dengan nilai 90 atau mutu I (Sangat baik).

Pelengkungan: Radius lengkung 3,75 (Sangat baik).

Pemanfaatan: Digunakan sebagai bahan baku mebeler.

 

5. Rotan aurense (Calamus aruensis Beccari)

Sinonim : C. hollrungii Beccari

Baca Juga:  Mengenal Cacat Kayu dan Penyebab Cacat Kayu

Persebaran : Kepulauan Aru, Kepulauan Solomon, dan Australia, serta dari New Guinea Sumatra

Ciri umum batang Rotan  Aurense: Diameter batang 13–22 mm, panjang ruas 14–20 cm, tinggi buku 0,09–0,69 mm. Kerapatan ikatan pembuluh 10 buah/mm2 dan warna putih.

Ciri anatomi batang Rotan  Aurense: Diameter serat 23 μm, diameter lumen serat 18 μm. Tebal dinding sel serat 2,43 μm, panjang sel serat 1.892 μm. Panjang pembuluh metaksilim 1.947 μm, diameter pembuluh metaksilim 75 μm. Panjang pembuluh protoksilim 1.978 μm, diameter pembuluh protoksilim 78 μm.

Komponen kimia Rotan  Aurense: Selulosa 43,31%; Lignin 29,03% dan Pati 26,33%.

Fisis Mekanis: KA 12 %; BJ 0,61. Tarik // serat 249.859 kg/cm2.

Ketahanan: Kumbang bubuk rotan kering termasuk kelas I.

Pelengkungan: Radius lengkung 5,5 cm (Sangat baik).

Pemanfaatan Rotan  Aurense: Komponen mebel.

 

6. Rotan somi 1 (Calamus pachypus WJ Baker &al.)

Persebaran: Manokwari (Papua barat), Irian Jaya B

Ciri umum batang Rotan somi 1 : Diameter batang 13–16 mm, panjang ruas 23–29 cm, tinggi buku 0,06–1,8 mm, kerapatan ikatan pembuluh 11 buah/mm2, dan warna kuning kecoklatan.

Ciri anatomi batang Rotan somi 1: diameter serat 26 μm, diameter lumen serat 21 μm. Tebal dinding sel serat 2,37 μm, panjang sel serat 2.018 μm, panjang pembuluh metaksilim 3.226 μm. Diameter pembuluh metaksilim 303 μm, panjang pembuluh protoksilim 2.061μm, diameter pembuluh protoksilim 57 μm.

Komponen kimia Rotan somi 1: Selulosa 52,82%; Lignin 28,93% dan Pati 25,92%.

Fisis mekanis Rotan somi 1: KA13 %; BJ 0,51. Tarik // serat 134.086 kg/cm2.

Pelengkungan Rotan somi 1: Radius lengkung 7,5 mm (Sangat baik).

Ketahanan Rotan somi 1: Kumbang bubuk rotan kering termasuk kelas I.

Pemanfaatan Rotan somi 1: Untuk komponen mebel.

 

7. Rotan warbugii (Calamus warburgii K. Schum)

Persebaran: Manokwari (Papua barat), Irian jaya

Ciri umum batang: Diameter batang 13–18 mm, panjang ruas 18–46 cm, tinggi buku 0,24–1,35 mm, kerapatan ikatan pembuluh 10 buah/mm2 dan warna
kekuningan.

Ciri anatomi batang: Diameter serat 25 μm, diameter lumen serat 20 μm. Tebal dinding sel serat 2,38 μm, Panjang sel serat 1,719 μm. Panjang pembuluh metaksilim 1.495 μm, diameter pembuluh metaksilim 280 μm, panjang pembuluh protoksilim 1.704 μm, diameter pembuluh protoksilim 75 μm.

Baca Juga:  Video Proses Bandsaw Kayu untuk Pasar Ekspor

Komponen kimia: Selulosa 42,39%; Lignin 29,50% dan Pati 24,39%.

Fisis mekanis: KA 13%; BJ 0,51; Kekuatan tarik sejajar 122.81 kg/cm2.

Ketahanan: Kumbang bubuk rotan kering termasuk kelas II.

Pelengkungan: Radius lengkung 5,25 cm (Sangat baik).

Pemanfaatan: Untuk komponen mebel.

 

8. Rotan zipeli (Korhalsia zippelii Burret)

Persebaran Rotan Zipeli:Papua

Ciri umum batang Rotan Zipeli: Diameter batang 19–28 mm, panjang ruas 20–30 cm, tinggi buku 0,13–1,7 mm, kerapatan ikatan pembuluh 10 buah/mm2 dan warna putih kecoklatan.

Ciri anatomi batang Rotan Zipeli: diameter serat 24μm, diameter lumen serat 19 μm, tebal dinding sel serat 2,43 μm, panjang sel serat 2.601μm. Panjang pembuluh metaksilim 1.874 μm, diameter pembuluh metaksilim 240 μm. Panjang pembuluh protoksilim 3.016 μm, diameter pembuluh protoksilim 86 μm.

Komponen kimia: Selulosa 44,39%; Lignin 27,52%; dan Pati 23,95%.

Fisis mekanis: KA 14%; BJ 0,42; MOE 5.576,27 kg/cm2; MOR 189,04 kg/cm2.

Ketahanan: Kumbang bubuk rotan kering termasuk kelas II.

Pelengkungan: Tidak bisa dilengkungkan, kalau dipaksakan dilengkungkan akan pecah.

Pemanfaatan: disarankan digunakan sebagai rotan pengisi yang berbentuk lurus.

 

9. Rotan calamus sp (Daemonorops longipes (Griff.) Mart.)

Persebaran: Sumatera A

Ciri umum: diameter batang rata-rata 6-12 mm, panjang ruas 12–25 cm, tinggi buku 0,9–2,0 mm. Diameter batang 20–30 mm, panjang ruas 12–15 cm dan warna kekuningan.

Ciri anatomi: Panjang serabut 1.574 μm, tebal dinding serat 3,9 μm, diameter metaksilim 197 μm, diameter protoksilim 58 μm.

Sifat fisis mekanis: Kadar air 13%; BJ 0,68; MOE 22.155 kg/cm2; MOR 730,12 kg/cm2.

Komponen kimia: Selulosa 54,66%; Lignin 25,81% dan Pati 20,17%.

Ketahanan: Rayap tanah termasuk kelas I.

Pelengkungan: Radius lengkung 7–9 cm (Sangat baik).

Pemanfaatan: Dapat digunakan untuk produk mebel, barang kerajinan atau anyaman.

Komentar

comments

About Urban Kreator

Crafter ID, Segala informasi dan tutorial tentang pertukangan dan dunia konstruksi. Teknik perkayuan, teknik bangunan, Teknik pengelasan, Teknik Kelistrikan, teknik konstruksi, teknik finishing dan pengecatan. Review produk bangunan, review Alat pertukangan, informasi teknologi bahan bangunan, inovasi teknologi konstruksi

One comment

  1. Dianatara rotan-rotan yang dijelaskan tersebut, mana yang memiliki kualitas paling baik?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *