Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Home >> Pengetahuan kayu >> Metode Pengawetan Kayu dengan Pencelupan dan Perendaman
metode pengawetan kayu

Metode Pengawetan Kayu dengan Pencelupan dan Perendaman

Pengawetan kayu Metode Pencelupan dan Perendaman. Dari sekitar 4.000 jenis kayu yang ada, dalam penelitian yang dilakukan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan dan Sosial Ekonomi Kehutanan, sebagian besar memiliki keawetan alami yang rendah. Meskipun demikian, kayu-kayu tersebut tetap dapat digunakan untuk bahan bangunan, tetapi peka sekali terhadap kondisi iklim tropis yang lembap seperti di lndonesia.

Agar daya pakainya dapat ditingkatkan, sifat keawetan alami kayu tersebut harus diperbaiki. Kayu dengan tingkat keawetan alami yang tinggi semakin langka. Oleh karena itu, tentu saja kayu yang tingkat keawetan alaminya tinggi akan berharga mahal. Akhirnya, konsumen memilih menggunakan jenis kayu yang kurang awet sebagai komponen bangunan.

 

Metode Pengawetan Kayu: Metode Pencelupan

Peralatan pokok yang diperlukan dalam metode pengawetan kayu ini adalah:

  • bak pencamur berguna sebagai tempat membuat dan mengaduk bahan pengawet
  • tangki atau bak persediaan berguna sebagai tempat menyimpan persediaan larutan bahan pengawet yang sudah siap pakai
  • bak pencelup berguna sebagai tempat mencelupkan kayu yang akan diawetkan
  • terpal kedap air berguna sebagai penutup kayu yang telah dicelup
  • pompa pemindah larutan berguna sebagai alat untuk mengalirkan serta memindahkan larutan bahan pengawet
  • timbangan, gergaji, bor riap, gelas ukur, aerometer, dan pengukur kadar air.
Baca Juga:  cara dan Teknik Pengawetan Kayu Basah

Agar pengawetan berjalan mudah, usahakan tempat untuk pengawetan agak luas. Kayu yang akan diberi bahan pengawet ditumpuk rapi di satu sisi dan di sisi lain disiapkan untuk kayu yang sudah selesai dicelup. Pencelupan dapat dilakukan dengan tangan atau dengan bantuan katrol.

Jika menggunakan katrol, tumpukan kayu yang akan dicelup jangan lebih dari 75% volume bak pencelup. Kayu dicelupkan dalam larutan beberapa saat, tidak lebih dari tiga menit. Segera setelah diangkat, kayu diletakkan sesaat di tempat yang kedap air dan bila dirasa tumpukan kayu tersebut sudah cukup banyak, barulah tumpukan ditutup dengan terpal.

Hal ini bertujuan supaya penguapan dapat dicegah dan kayu dapat tetap basah sehingga bahan pengawet dapat meresap ke dalam kayu. Lama penutupan dengan terpal ini sangat bervariasi, bergantung pada jenis dan ukuran kayu. Paling tidak sekitar tiga minggu atau ketika penetrasi telah mencapai minimal 10 mm, terpal dapat dibuka. Jika angka ini belum tercapai sebaiknya terpal jangan dibuka dulu.

Baca Juga:  Keawetan Kayu, Kelas Awet Kayu, dan Metode Pengawetan Kayu

 

Metode Pengawetan Kayu: Rendaman Dingin

Peralatan pokok dalam metode pengawetan kayu dengan rendaman ini terdiri dari:

  • bak pencampur digunakan untuk membuat dan mengaduk larutan bahan pengawet
  • bak atau tangki persediaan digunakanuntuk menyimpan persediaan larutan bahan pengawet yang sudah siap pakai
  • bak pengawet atau perendam digunakan sebagai tempat kayu diawetkan pompa pemindah larutandigunakan untuk memindahkan larutan bahan pengawet
  • alat pelengkap:  gelas ukur, pengukur kadar air, gergaji, dan bor riap.

Kayu yang akan diawetkan harus sudah mengalami proses penyerutan, pemotongan, dan tinggal pengonstruksian saja. Kayu tersebut diusahakan dalam keadaan kering udara atau setengah kering dengan kadar air tidak lebih dari 45%. Metode ini lebih tepat diterapkan di lokasi pembangunan
gedung atau perumahan yang dilaksanakan secara massal.

Baca Juga:  Bahan Pengawet Kayu yang Sering Digunakan di Industri Perkayuan

Lebih cocok lagi digunakan pada bangunan dengan penggunaan komponen kayu yang bervolume besar. Kayu yang akan diawetkan ditumpuk dalam bak pengawet dan diberi palang penahan supaya kayu tidak terapung. Kemudian, larutan bahan pengawet dialirkan dari bak persediaan ke dalam bak pengawet sampai permukaan larutan mencapai tinggi 10 cm di atas tumpukan kayu.

Penetapan retensi dan penembusan dipilih dari 10 contoh yang kira-kira mewakili. Kesepuluh potong kayu tersebut ditimbang dan ditempatkan dalam tumpukan kayu sedemikian rupa sehingga setiap saat dapat diangkat dengan mudah untukditimbang kembali meskipun terendam dalam bahan pengawet.

 

 

Komentar

comments

About Urban Kreator

Crafter ID, Segala informasi dan tutorial tentang pertukangan dan dunia konstruksi. Teknik perkayuan, teknik bangunan, Teknik pengelasan, Teknik Kelistrikan, teknik konstruksi, teknik finishing dan pengecatan. Review produk bangunan, review Alat pertukangan, informasi teknologi bahan bangunan, inovasi teknologi konstruksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *