Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Home >> Pengetahuan kayu >> Penyebab Kerusakan Kayu, Faktor Fisik Sebagai Perusak Nonbiologis
Penyebab Kerusakan kayu

Penyebab Kerusakan Kayu, Faktor Fisik Sebagai Perusak Nonbiologis

Penyebab Kerusakan Kayu, Faktor Fisik Sebagai Perusak Nonbiologis. Faktor perusak nonbilogis ini dipengaruhi antara lain oleh faktor fisik (udara, cahaya, air, panas, api), kimia (asam-basa), mekanis (pukulan, gesekan). Terhadap faktor perusak nonbiologis ini, kayu relatif lebih tahan daripada bahan lainnya. Namun, faktor perusak nonbiologis ini belum banyak diselidiki, bahkan sering kali terjadi kekeliruan dugaan mengenai kerusakan kayu.

Misalnya, pelapukan yang disangka terjadi karena faktor fisis, ternyata sebenarnya diakibatkan oleh faktor bilogis, yaitu jamur. Masih banyak contoh lain yang bisa ditemukan. Berikut ini ditunjukkan beberapa contoh mengenai faktor perusak kayu nonbiologis.

Penyebab Kerusakan Kayu: Faktor Fisik

  • Udara Sebagai Penyebab Kerusakan kayu

Oksigen dalam udara perlahan-lahan mampu mengoksidasi selulosa pada permukaan kayu. Pada awalnya, udara menyebabkan kayu berubah warna menjadi kecokelat-cokelatan, kemudian kayu yang berwarna muda menjadi keabu-abuan, sedangkan yang berwarna tua menjadi pucat.

Selain itu, kayu menjadi rapuh. Pada kayu yang baru ditebang, udara yang masuk, terutama O2, dapat bereaksi dengan sel parenkim yang mula-mula masih hidup. Caranya dengan membentuk gelembung yang disebut tyloses, untuk menyumbat saluran di dalam kayu.

Baca Juga:  Kayu Sungkai, Harga, Kualitas, dan Kegunaan Kayu Sungkai

Gejala inidisebut einlauf dan banyakterdapat pada dolok kayu beuk (Fagus silvatico) yang baru ditebang. Gejala ini banyak terdapat di Jerman. Kayu yang terkena einlauf lebih sukar ditembus bahan pengawet, meskipun kekuatan kayu tersebut tidak dirugikan karena hanya berupa cat warna. Belum dapat dikatakan dengan pasti apakah einlauf juga terdapat pada jenis kayu di lndonesia, meskipun pernah dijumpai pada kayu jati.

 

  • Sinar Matahari Sebagai Penyebab Kerusakan kayu

Sinar matahariyang langsung menimpa kayu dapat me nimbulkan retak karena terjadi pengeringan yang terlalu cepat. Komponen sinar ultra-ungu (ultraviolet) dari cahaya
matahari secara perlahan-lahan dapat mengakibatkan oksidasi pada permukaan kayu. Akibatnya, di dataran tinggi, kayu itu akan berwarna kecokelat-cokelatan atau keabuabuan bila ada pengaruh garam besi.

Sinar ultra-ungu akan lebih banyak memengaruhi lignin daripada selulosa. Akibatnya, kayu akan menjadi rapuh dan mudah patah. Untuk kayu yang tebal, hal ini tidak akan rusak sama sekali. Sebagai contoh, kertas koran (yang 80% banhannya terdiridari kayu) akan menjadi mudah sobek jika terus-menerus terkena sinar matahari.

Baca Juga:  Barecore, Proses Pembuatan Barecore dan Harga Eksport Barecore

 

  • Angin Sebagai Penyebab Kerusakan kayu

Penguapan yang terlalu cepat dan tidak merata yang disebabkan oleh angin, dapat menimbulkan keretakan pada kayu. Selain itu, angin adalah pembawa spora jamur perusak kayu yang menginfeksi kayu. Di daerah berpasir, angin akan membawa pasir dan mengakibatkan permukaan kayu menjadi aus karena gesekan pasir tersebut.

 

  • Air Sebagai Penyebab Kerusakan kayu

Air yang berada dalam kayu memberikan pengaruh yang buruk. Pada umumnya, kekuatan kayu menjadi lebih rendah ketika kayu tersebut banyak mengandung air (kadar air tinggi) dibandingkan dengan kayu kering. Perubahan kandungan air dalam kayu bisa menyebabkan mengembang dan menyusutnya sel-sel kayu dan hal ini mengakibatkan keretakan.

Uap air panas (steom) juga memengaruhi kerusakan kayu, bergantung pada lama dan besarnya tekanan uap tersebut. Uap air sedikit demi sedikit akan merangsang keluarnya asam cuka, asam semut, dan metil-alkohol kayu.

Kemudian, keluar juga gula, hemiselulosa, dan juga zat semacam lignin dan zat penyamak. Kayu akan menjadi lunak dan modulus elastisitasnya menurun sampai 800/0. Beberapa pendapat menyatakan bahwa uap panas dapat menurunkan pengembangan/penyusutan kayu sehingga menjadi lebih stabil daripada kayu biasa.

Baca Juga:  Mengenal Kayu Merbau, Kegunaan dan Harga pasar Kayu Merbau

 

  • Suhun Sebagai Penyebab Kerusakan kayu

Kayu yang mendapatkan panas sekitar 100’C tidak akan mengalami perubahan, kecuali pengeringan yang lebih cepat. Jika pemanasan ini dilakukan terus-menerus dalam jangka waktu yang lama, perubahan akan terjadi. Secara pasti, proses perubahannya belum diketahui. Namun, diduga hal ini terjadi karena pemanasan yang lama, kayu menjadi rapuh.

Pada suhu sedikit di atas 100″C sampai dengan sedikit di bawah 200’C, terjadi perubahan yang sangat lambat, terlihat dengan adanya pengurangan berat kayu. Ditemukan juga bahwa pemanasan pada suhu tinggi akan mengurangi sifat mengembang dan menyusut pada kayu sehingga kayu menjadi lebih stabil.

Namun, metode ini tidak dipakai dalam praktik karena selain warnanya menjadi kecokelat-cokelatan, kekuatan kayu akan banyak berkurang. Selain itu, suhu yang rendah dapat menaikkan kekuatan kayu yang jenuh air. Namun, sesudah disimpan selama enam bulan di bawah atap, kekuatan kayu praktis kembali seperti semula.

 

Komentar

comments

About Urban Kreator

Crafter ID, Segala informasi dan tutorial tentang pertukangan dan dunia konstruksi. Teknik perkayuan, teknik bangunan, Teknik pengelasan, Teknik Kelistrikan, teknik konstruksi, teknik finishing dan pengecatan. Review produk bangunan, review Alat pertukangan, informasi teknologi bahan bangunan, inovasi teknologi konstruksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *