Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Home >> Tips & Trik >> Perlukah Menyewa Pengawas Proyek untuk Pekerjaan Property?
fungsi pengawas proyek

Perlukah Menyewa Pengawas Proyek untuk Pekerjaan Property?

Perlukah Menyewa Pengawas Proyek untuk Pekerjaan Property. Jika kita sudah deal dengan kontraktor, adakalanya kita tetap harus melakukan pengawasan proyek secara mandiri. Namun seringkali waktu kita terbatas dan pengetahuan kita mengenai kualitas proyek dan material masih kurang.

Jika kondisi memungkinkan kita bisa menyewa jasa pengawas proyek. Ingat, property adalah investasi sehingga kita sudah seharusnya mengamankan investasi kita agar memiliki nilai yang tinggi dengan kualitas yang prima, apalagi kita juga perlu memastikan bahwa material yang digunakan haruslah sesuai dengan kontrak perjanjian.

Pendekatan pengawasan konstruksi ini juga berfungsi untuk menghasilkan proyek yang terbaik dengan meminimalkan berbagai kesalahan yang tidak perlu.

Pekerjaan pengawasan proyek ini biasanya meliputi beberapa aspek:

  • Pemeriksaan shop drawing yang dipersiapkan oleh Kontraktor dengan memperhatikan kemudahan didalam pelaksanaan konstruksi, penjadwalan, urutan pekerjaan yang berkaitan.
  • Mengevaluasi, mengkoordinasi dan mengendalikan program kegiatan konstruksi yang disusun oleh Kontraktor yang terdiri atas program pencapaian sasaran konstruksi, program penyediaan dan penggunaan material serta penggunaan dana.
  • Memberikan instruksi-instruksi serta petunjuk-petunjuk yang perlu kepada kontraktor dalam pelaksanaan pekerjaan agar benar-benar berlangsung sesuai dengan ketetapan-ketetapan kontrak. Namun pengambil keputusan adalah owner.
  • Melakukan inspeksi dan pemeriksaan atas seluruh daerah kerja dan semua instansi yang mendukung pelaksanaan pekerjaan.
  • Melaksanakan pengecekan terhadap material konstruksi yang diperlukan untuk memperoleh jaminan bahwa pekerjaan sudah dilaksanakan sesuai dengan spesifikasinya.
  • Memeriksa rencana kerja Kontraktor sehubungan dengan peralatan-peralatan yang digunakan, lokasi-lokasi sumber material konstruksi dan menjamin bahwa sifat dan kontrak dari material tersebut adalah benar-benar memenuhi persyaratan dalam spesifikasi
  • Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas, kuantitas serta laju pencapaian progres pekerjaan.
  • Mengawasi ketetapan waktu dan biaya konstruksi.
  • Mengusulkan perubahan-perubahan serta penyesuaian di lapangan untuk memecahkan persoalan-persoalan yang terjadi selama pekerjaan konstruksi dan owner merupakan pengambil keputusan.
  • Membuat laporan akhir Proyek yang berisi seluruh kegiatan pelaksanaan selama Proyek berlangsung .
Baca Juga:  Alasan Kenapa Harus Ada Kipas Exhaust Fan Untuk Kamar Mandi

Pekerjaan Pengawasan dihitung berdasarkan nilai project (Construction Cost) yakni sebesar 4 % sampai 7 % dari nilai project (Semakin tinggi nilai project persentase perhitungan untuk biaya pengawasan semakin kecil)

Komentar

comments

About Urban Kreator

Crafter ID, Segala informasi dan tutorial tentang pertukangan dan dunia konstruksi. Teknik perkayuan, teknik bangunan, Teknik pengelasan, Teknik Kelistrikan, teknik konstruksi, teknik finishing dan pengecatan. Review produk bangunan, review Alat pertukangan, informasi teknologi bahan bangunan, inovasi teknologi konstruksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *