Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Home >> Decor >> DIY Project >> Sirlak, Cara membuat Pelitur Sirlak dan Cara Penggunaanya
sirlak finishing kayu

Sirlak, Cara membuat Pelitur Sirlak dan Cara Penggunaanya

Sirlak, Cara membuat Pelitur Sirlak dan Cara Penggunaanya. Penggunaan bahan finishing kayu dewasa ini dikuasai oleh bahan finishing dengan pelarut mineral, seperti melamin dan nitroselulosa. Meskipun bahan finishing ini dapat memberikan kualitas finishing yang baik, awet serta harga yang ter jangkau, namun kelompok bahan finishing ini melepas banyak polutan, sehingga dapat merusak lingkungan dan berbahaya bagi kesehatan.

Kelemahan resin sintetis pada kedua aspek tersebut telah mendorong banyak peneliti diberbagai negara mencari bahan Finishing Alami alternatif dari sumber nabati atau material organik.

Terminologi organik  ini lebih ditekankan pada penggunaan resin organik dan pelarut organik sebagai bahan finishing. Secara umum hasil yang diperoleh terkonsentrasi pada bahan organik pelarut minyak seperti linseed oil, tung oil, dan sirlak.

 

Apa itu Sirlak?

Serlak/selak (shellac) adalah bahan untuk membuat politur yang terbuat dari lak. Lak yaitu sejenis damar atau getah yang dihasilkan oleh hewan atau sejenis serangga yang disebut Kutu lak(laccifer Kerr),hewan ini hidup dan dibudidayakan secara parasit pada pohon kesambi , akasia , ploso dan pohon widara.

Larva lak sekitar 150-200 ekor tiap 2,5 cm , pada usia 5 bulan Larva lak sudah dapat diambil / dikerok untuk dijadikan seedlak atau butiran lak. Dari Seedlak ini kemudian dihasilkan selak (shellac) berbentuk serpihan berwarna kuning. Agar tidak mati,selak harus disimpan ditempat tertutup agar tidak teroksidasi oleh udara.

Baca Juga:  Membuat Wax Finishing Kayu Organik Murah dan Berkualitas (Video)

Sirlak memiliki banyak warna hangat, mulai dari pirang yang sangat terang (“platina”) hingga coklat yang sangat gelap (“garnet”), dengan banyak variasi warna coklat, kuning, oranye dan merah di antaranya. Warnanya dipengaruhi oleh getah pohon yang bug hidup dan pada saat panen. Secara historis, lak yang paling sering dijual disebut “shellac orange”, dan digunakan secara luas sebagai kombinasi pewarna dan pelindung untuk panel kayu dan lemari pada abad ke-20.

Shellac banyak tersedia dalam bentuk keping-kepingan yang tipis. Untuk dapat diaplikasikan, kepingan-kepingan shellac tersebut perlu dilarutkan dalam alcohol atau etanol sampai semuanya mencair.

 Sirlak yang berbentuk cairan ini disini dinamakan politur dan merupakan bahan finishing yang banyak digunakan untuk proses finishing pada kayu. Spiritus merupakan pelarut yang banyak dipakai untuk membuat politur di sini karena harganya yang lebih murah.

Shellac sebenarnya tersedia juga dalam bentuk cairan, tetapi biasanya cairan shellac ini tidak banyak tersedia di toko karena tidak tahan lama. Shellac akan dapat tahan lebih lama apabila disimpan dalam bentuk kepingan dan dilarutkan seperlunya saja pada saat akan digunakan.

 

Baca Juga:  DIY Furniture Cleaner, Membuat Pembersih dan Pengkilap Mebel

Tahap Membuat Politur Sirlak

Sebelum dilakukan proses mencampur perlu diketahui bahwa dalam proses membuat campuran terbagi menjadi 2 yaitu:

  • Pelapisan dasar : terdiri dari 1 liter spritus dan 1 ons serlak/selak
  • Pelapisan akhir terdiri dari 2,5 liter spritus dan 1 ons serlak/selak
  • Perbandingan pelapisan akhir tersebut bisa dilakukan dengan cara :
    politur yang jadi (campuran pelapisan dasar) ditambahkan lagi spritus murni dengan perbandingan 1 Ons serlak dicampur dengan 2,5 lliter spiritus.

Selain spirtus bahan pelarut yang direkomendasikan adalah Etanol dan Danature alkohol. Spiritus banyak digunakan karena memang harganya lebih murah.

*) sangat disarankan menggunakan ethanol yang 96% karena murni sehingga hampir tidak mengandung air dan mudah melarutkan sirlak.

 

Proses Finishing dengan Sirlak

  • Produk yang akan di politur harus benar-benar sudah halus dan bersih dari semua kotoran, baik debu, minyak, bekas lem, paku dan lain-lain
  • Lakukan pendempulan pada pori-pori dengan wood filler.
  • Ampelas hingga bersih sehingga wood filler hanya tertinggal pada pori-pori kayu saja
  • Politur yang sudah tersedia di mangkuk dikuaskan pada benda kerja secara tipis dan rata di seluruh benda tanpa kecuali.
  • Lakukan penguasan sekali lagi supaya politur lebih merata, biarkan kering tetapi jangan langsung di panaskan di terik matahari, keringkan di tempat yang panas tetapi tidak langsung terkena sinar matahari, karena bisa berakibat produk melengkung/ memuai.
  • Lakukan pengampelasan produk dengan menggunakan apelas yang halus atau ampelas bekas, dan dilakukan secara ambang, pelan dan searah dengan serat kayunya. Kemudian bersihkan dengan lap supaya serbuk / debu yang menempel bisa hilang.
  • Lakukan penguasan politur kembali secara tipis dan merata, dengan melapisi ujung kuas yang dibalut dengan kain spon. dengan tujuan agar bekas kuasan tidak kasar serta bulu-bulu kuas tidak menempel di benda kerja.
  • Selain itu dengan di balut kain spon tekanan penguasan akan semakin padat dan halus. Proses ini diulang beberapa kali tetapi harus merata, jangan sampai hanya tempat tempat tertentu karena akan mengakibatkan hasil tidak merata.
Baca Juga:  Memilih Kompresor untuk Pengecatan dan Finishing

 

Komentar

comments

About Urban Kreator

Crafter ID, Segala informasi dan tutorial tentang pertukangan dan dunia konstruksi. Teknik perkayuan, teknik bangunan, Teknik pengelasan, Teknik Kelistrikan, teknik konstruksi, teknik finishing dan pengecatan. Review produk bangunan, review Alat pertukangan, informasi teknologi bahan bangunan, inovasi teknologi konstruksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *